Seminar seringkali dilaksanakan melalui sebuah dialog dengan seorang moderator seminar, atau melalui sebuah presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang lebih formal. Sistem seminar memiliki gagasan untuk lebih mendekatkan mahasiswa kepada topik yang dibicarakan. Di beberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat. Seminar memiliki sifat lebih informal dibandingkan sistem kuliah di kelas dalam sebuah pengajaran akademis Biasanya sebuah seminar berbentuk instruksi akademik, baik di lembaga akademis atau ditawarkan oleh organisasi komersial atau profesional.
Siapa saja yang terlibat dalam seminar?
1. Penyaji
2. Moderator
3. Key Speaker : pembahas utama
4. Pimpinan sidang
5. Anggota peserta
6. Tim perumus
7. M C : Pembawa acara
Berikut ini saya akan memaparkan atas pengalaman saya mengikuti sebuah seminar di Universitas Pancasila yang bertajuk "Peace Journalism and Conflict Resolution" dalam rangka 10 tahun FIKOM UP.
Seminar ini berlangsung pada tanggal 17 april 2017. Menurut saya seminar ini termasuk seminar "mahal" karna menghadirkan orang orang kompeten dibidangnya sebagai pembicaranya dan telah lama bergelut di dunia hiburan Indonesia. Ini yang membuat para peserta begitu antusias mengikuti seminar ini.
Seminar ini berlangsung menarik karna para pembicara menyampaikan materinya dengan santai dan bersahabat, kadang terjadi debat antara peserta seminar dengan pembicara itu malah yang membuat bumbu - bumbu segar bahwa seminar ini semakin seru untuk disimak.
Saya akan merangkum ilmu yang saya dapat dari seminar tersebut (Secara garis besar).
Pertama, pembicara menyampaikan bagaimana kondisi dunia hiburan Indonesia saat ini, khususnya dunia perfilman. Menurut mereka dunia perfilman Indonesia saat ini sudah bergerak menuju kearah yang lebih baik dengan semakin banyaknya jumlah penonton disetiap tahunnya. Meskipun memang diakui bahwa film film "luar" lebih diminati tapi mereka akan berusaha keras agar Perfilman Indonesia dapat bersaing dengan film - film macam Box Office, Hollywood, dsb.
Kedua, Menyangkut konten film yang sering dikritik oleh masyarakat. Menurut mereka, hal tersebut didasarkan atas pemintaan penonton itu sendiri, sehingga mereka membuat film dengan menyesuaikan selera masyarakat Indonesia. Walau kenyataannya banyak dikritik dan diklaim tidak banyak mendidik. Akan tetapi mereka berjanji akan segera membenarkan konten yang dirasa kurang mendidik dan akan menyajikan film - film berkualitas. Mereka pun meminta masyarakat jangan langsung mencibir film Indonesia lewat "cover"nya. Berikan dukungan agar dunia perfilman Indonesia semakin maju.
Ketiga, Mengenai tips dan trik untuk memulai karir di dunia hiburan (seperti sutradara). mereka menanggapinya dengan santai, bahwa untuk memasuki dunia tersebut diperlukan kreatifitas, integritas tinggi, kesabaran, dan tahan akan kritik. Kita semua tahu untuk mencapai kesuksesan, tinggal bagaimana cara untuk merealisasikan nya.
Begitulah ilmu yang saya dapat dari mengikuti seminar ini. Mohon maaf bila terdapat kesalahan.
sertifikat seminar
saya bersama teman- teman



Tidak ada komentar:
Posting Komentar